aku dilahirkan dalam ketidaksempurnaan
namun keadaan menuntutku menjadi sempurna
apa makna sempurna?
bukankah sempurna tidak akan pernah dimiliki manusia?

aku dituntut untuk memilih yang sempurna
namun ku tau bahwa semuanya takkan pernah sempurna
siapakah yang akan menjamin kesempurnaan itu?
apakah kamu yang selalu menuntutku?

sempurna dan kesempurnaan hanyalah milikNya!
jadi kenapa engkau selalu menuntut?
pernahkah kau bertanya pada dirimu sendiri,
pernahkah kau bertanya,
bertanya padamu sendiri,
apakah kau sempurna?

LIHAT!
diri kecilmu bahkan menjawab tidak
dalam pikirmu kau ingin sempurna
hingga pura-puramu berbicara
dan kebajikanmu membisu

jadi, kenapa kau menuntutku?
aku muak padamu
yang menuntutku untuk menjadi sempurna dan memilih sesuatu yang sempurna hanya berdasarkan rasamu

aku punya halaman
aku punya jendela
aku punya rumah
ku sendiri

aku manusia biasa
yang tak menuntut kesempurnaan

biarkan lah aku

jogja 21 o2 2007

Waktu terus berjalan. Terkesan ada yang lalu, sekarang, dan yang akan datang. Meski hanya terduduk diam, tetap saja menjumpai yang lalu, sekarang, dan yang akan datang. Hal yang baik dan buruk terus terngiang. Hingga tiba waktunya, ketika dijumpai hari baru, bulan baru, tahun baru. Saat itulah banyak manusia yang merayakannya dengan gegap gempita. Gerak langkah mereka seakan dipercepat. Tujuannya adalah tempat-tempat yang menawarkan berbagai sajian hiburan. Hiburan secara batin, hiburan secara jasmani.

Dua kali dijumpai perayaan besar-besaran untuk hari baru, bulan baru, tahun baru. Ada berbagai macam kegiatan didalamnya. Dalam perhitungan kalender Gregorian,, Januari sebagai bulan awal untuk perhitungan 1 tahun. Sedangkan Desember merupakan bulan penghujung dalam hitungan tahun yang sama.

Malam 31 Desember. Awan berarak menyelimuti malam. Gerak langkah mereka seakan dipercepat. Bukan karena kekhawatiran akan basahnya hujan yang kemungkinan akan datang. Mereka bergerak menuju tempat yang menyajikan warna-warna hedon di dunia. Seakan peringatan menyambut hari baru, bulan baru, dalam hitungan tahun yang baru adalah hal yang tidak boleh terlewatkan.

Malam 00.00 waktu setempat telah ditunjukkan oleh sang waktu. Bunyi pemukul yang menyentuh kulit tambur seakan terdengar dari kejauhan. Bunyi itu terus merambat dari belahan dunia yang satu ke belahan dunia yang lain. Merambat melewati permukaan bumi. Bunyinya menggaung terpantul gunung, menyebar cepat ke seluruh samudra dan dataran. Mereka mengetahui tanda tersebut. Api dinyalakan untuk membakar sumbu-sumbu yang tergerai. Seakan pada titik ini adalah hari kemenangan. Hari yang gelap berubah dengan dentuman dan semburan warna-warna indah. Awan yang berarak tak akan pernah dihiraukan oleh mereka.

Di titik … LS, ketinggian 30 meter diatas permukaan tanah. Ditengah permukiman yang dikelilingi jalan kolektor primer. Terdengar dentuman dan terlihat semburan warna-warna indah dari kejauhan. Kota ini seakan hidup dan beraktivitas di waktu dini hari. Selayang pandang mengikuti arah angin. Didapati Gunung di Utara. Bukit di Timur. Laut di Selatan. Barisan bukit di Barat. Selayang pandang mengikuti arah angin yang sama, terdapat dentuman dan semburan warna-warna indah yang menghiasi.

Rahang terkatup rapat. Badan menggigil. Kaki tertekuk kaku. Tangan mencengkeram sejajar kaki. Mata menatap tajam. Raga tak berjiwa. Semakin samar dirasakan senyum tipis tergambar diwajah. Malam ini ada diantara mereka yang menang. Malam ini ada diantara mereka yang kalah. Sejauh mungkin jauhi dunia mereka. Hanya orang yang tak menghargai raga yang menganggap malam ini malam istimewa. Tak menghargai raga dengan menghabiskan malam tanpa amal. Pulang dengan keadaan terkapar.

Hanya orang yang tak menghargai raga yang menganggap malam ini malam istimewa. Karena sesungguhnya setiap malam adalah anugerah. Setiap detik adalah anugerah. Hari baru, bulan baru, tahun baru adalah soal waktu. Yang terpenting adalah bagaimana cara melewati waktu yang terus merambat dari ujung bumi ke ujung bumi lainnya.

aTjhifkir, bLearjningar, Grivbekn itZ pd duun” kata yang duduk diatas sana.

André Maurois: Destiny Quotes
If you create an act, you create a habit. If you create a habit, you create character. If you create a character, you create a destiny.


This is my first posting. Menyapa seluruh dunia dengan posting pertama untuk blog baru. Pada head tulisan ini terdapat cuplikan kata yang diungkapkan Andre Maurois yaitu seorang penulis novel, biografi, sejarah dan cerita anak-anak. Maurois, berdasarkan wikipedia, adalah warga Perancis yang hidup pada jaman Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Ia adalah seorang tentara dan pada saat Perang Dunia II dikenal sebagai pemimpin pemerintahan Perancis. Novelnya yang pertama berisikan tentang gambaran situasi sosial pada saat Perang Dunia I dengan judul bahasa Inggrisnya ‘The Silence of Colonel Brumble‘.

Sesuatu yang dapat digaris bawahi adalah bahwa Mourois, sebagai seorang tentara, menggambarkan kekacauan negaranya di Perancis dengan tulisan novelnya yang pertama dan kemudian menggambarkan situasi negara yang sedang kacau dalam catatannya selama dipindahkan dari Inggris ke Kanada. Sehingga karirnya yang panjang lebih dikenal sebagai seorang penulis. Perlu disadari, pada saat itu, dokumen merupakan suatu hal yang sangat penting bagi negara-negara yang ikut dalam peperangan dunia. Maurois berusaha menuangkan gambaran-gambaran peristiwa dinegaranya dalam tulisannya, dalam catatannya. Beliau memulainya dari yang terkecil, menghasilkan skala sedang, dan terkenal sebagai penulis sebagai hasil daily act-nya. Tak heran jika Maurois mengatakan bahwa ‘Jika kamu melakukan sesuatu, kamu menciptakan kebiasaan. Jika kamu menciptakan kebiasaan, kamu menciptakan karakter. Jika kamu menciptakan karakter, kamu menciptakan takdir.’

Apa yang dikemukakan oleh Maurois adalah benar. Karena itu, awal dari blog ini berdasarkan kata-kata yang dicetuskan oleh Maurois. Kata-kata yang menyadarkan penulis untuk selalu melakukan kegiatan. Kegiatan kecil. Yang dari kegiatan kecil ini menciptakan takdir sendiri. Takdir yang sesuai dengan diri pribadi penulis. A destiny that can bring me up to the sky. Flying away

And that’s why I want to say a greeting for the beautiful world ‘Here I am, Ajfly’s Blog’.

 

Best Regards,

Ajfly